Sabtu, 26 November 2016

Ketahanan Nasional (KWn)



KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menggapai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang dating dari luar dan dari dalam.
Tujuan ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG). Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Asas-asas Ketahanan Nasional
1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan
2.      Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
3.      Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
4.      Asas Kekeluargaan
Sifat Ketahanan Nasional
1.      Manunggal
2.      Mawas ke Dalam
3.      Dinamis
4.      Kewibawaan
Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara?
1.      Pengaruh Aspek Ideologi
2.      Pengaruh Aspek
3.      Pertahanan dan Keamanan
4.      Pengaruh Aspek Politik
5.      Pengaruh Aspek SosBud
6.      Pengaruh Aspek Ekonomi
Apa itu Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia?
Keberhasilan ketahanan nasional  merupakan  sebuah pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional Wawasan Nasional.

Cara Untuk Mewujudkan Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia?
Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
Contoh Kasus Ketahanan Nasional :
Jual 928 butir ineks ke polisi di kamar mandi, Imansyah ditangkap.




Jumat, 04 November 2016

Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Unsur dasar Wawasan Nusantara :
1.      Wadah ( contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
2.      Isi ( content)

Merupakan aspirasi bagsa yag berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.
Isi menyangkut dua hal yaitu:

1.  Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan.
2.      Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

Kedudukan Wawasan Nusantara

1.      Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang di yakini kebenarannya oleh seluruh rakyat.

2.      Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional secara structural dan fungsional mewujudkan keterkaitan hierarkis piramida dan secara instrumental mendasari kehidupan nasional yang berdimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah.
Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasioanalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah.
Geopolitik Indonesia

Indonesia menganut paham Negara kepulauan berdasarkan Archipelago concept yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebaga Negara kepulauan.

·         Pemikiran berdasarkan falsafah pancasila

Wawasan nasional merupakan pancaran dari pancasila oleh kerena itu menghendaki terciptanya kesatuan dan persatuan dengan tidak menghiangkan cirri,sifat dan karakter dari kebhinekaan unsur-unsur pembentuk bangsa (suku bangsa,etnis dan golongan).

·         Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan

Wilayah Indonesia pada saat merdeka masih berdasarkan peraturan tentang wilayah territorial yang dibuat oleh belanda yaitu “territorial Zee en Maritime Kringen Ordonantie 1939” (TZMKO 1939),  dimana lebar laut wilayah/territorial Indonesia adalah 3 mill diukur dari garis air rendah masing-masing pulau Indonesia.

Contoh kasus geopolitika

1.      pihak Malaysia mengkalaim beberapa pulau yang berada di daerah Indonesia adalah kepunyaan atau miliki NSudah kita ketahui bersama-sama bahwa ke dua buah Negara ini yaitu, Negara Indonesia dan Malaysia sudah sering kali mengalami ketegangan dalam beberapa masalah konflik antara lain konflik kebudayaan, sosial dan batas wilayah territorial.


2.    pihak Malaysia mengklaim bahwa batik, reog ponorogo dan angklung dll nya itu merupakan kebudayaan asli mereka.
HAM

HAM Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun.

Ø  UU pasal 1 ayat 1nomr 39 tahun 1999
Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerahNYA yang wajib dihormati,,dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara , hukum, pemerintah,dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat Indonesia.

Macam-macam HAM :
  1. Hak asasi pribadi/Personal Rights
  2. Hak asasi hukum/Legal Equality Rights           
3.      Hak asasi sosial budaya/Social Culture Rights 
4.      Hak asasi ekonomi/Property Rigths   
5.      Hak asasi peradilan/Procedural Rights              

Contoh Kasus HAM :

Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)
            Peristiwa ini berkaitan dengan gerakan di era reformasi yang gencar disuarakan di tahun 1998. Gerakan tersebut dipicu oleh krisis moneter dan tindakan KKN presiden Soeharto.

→ Aksi boom Bali 2002
            Sebuah bom diledakkan di kawasan Legian Kuta, Bali oleh sekelompok jaringan teroris.

→ Peristiwa Tanjung Priok
            Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar yang berawal dari masalah SARA dan unsur politis.

Pembantain Rawegede
Pembantaian Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi penembakan dan pembunuhan penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember 1945

Upaya pencegahan pelanggaran HAM :

1.      Menegakkan supremasi hukum dan demokrasi
2.  Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM
3.      Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara
4.      Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat
5.      Meningkatkan kerjasama yang harmonis antar kelompok dan golongan dalam masyarakat

6.   Mempelajari, memahami dan menerapkan pentingnya Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sehari-hari

Kamis, 03 November 2016

Sistem Pemerintahan

● Bangsa adalah sekumpulan manusia yang saling terkait satu sama lain dengan ciri yang sama

● Negara adalah suatu organisasi di sekumpulan beberapa kelompok

● HAM → Hak Asasi Manusia →  Hukum
                                                         Hak Asasi biasa

● Demokrasi → dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos dan kratos yang arti nya demos itu rakyat dan  kratos itu pemerintahan.

Contoh dari demokrasi yaitu bebas berpendapat 

Ada 2 bentuk demokrasi dalam pemerintahan yaitu;
● Pemerintah Monarki  →  Pemerintah yang dipimpin oleh seorang penguasa
● Pemerintah Republik → 

Menurut John Locke kekuasaan pemerintahan negara dibagi menadi 3 yaitu;
         ● Kekuasaan Legislatif  → untuk membuat undang-undang oleh parlement
         ● Kekuasaan Ekskitif    → untuk menjalankan undang-undang oleh pemerintah
         ● Kekuasaan Federatif   → kekuasaan hubungan luar negeri.
         ● Kekuasaan Yudikatif  → untuk mengadili

Model sistem pemerintahan negara, ada 4 yaitu;
         ● Sistem pemerintahan Diktator
         ● Sistem pemerintahan parlementer ( Borjois )
         ● Sistem pemerintahan presidential
         ● Sistem pemerintahan campuran

Contoh kasus demokrasi  →  1. Tidak berjalannya fungsi partai politik
                                                2. Ketidakstabilan kepemimpinan Nasional